Screaming Like A Girl Monkey

Senin, 28 April 2014

Fakta unik tentang gorilla

fakta unik gorila
Nyatanya tentang Gorilla Gorila adalah jenis primata yang terbesar. Makanan gorila terdiri dari sayur-sayuran, walaupun kadang juga makan serangga. Karena itu gorila dapat digolongkan sebagai binatang omnivora. Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika. 97-98% DNA gorila identik dengan DNA manusia. Gorila adalah spesies kedua setelah simpanse yang terdekat dengan manusia. Ada dua spesies dalam genus gorila, yaitu gorila timur (eastern gorila) dan gorilla barat (western gorila) (wikipedia). Berikut, beberapa fakta tentang gorila yang nyatanya kutip dari berbagai sumber,
- Gorila adalah hewan primata terbesar, satu keluarga dengan monyet, kera dan manusia. Seekor gorila jantan dewasa bisa mencapai tinggi lebih dari 6 meter dan berat sekitar 300 sampai 500 pound. Dia dapat merentangkan lengannya sampai 8 meter. dan kekuatan seekor gorila sama dengan 4 sampai 8 orang manusia yang kuat. Gorila betina dewasa ukurannya sekitar setengah ukuran gorila jantan.

ternyata ini monyet terkecil di dunia

Pygmy Marmoset, Monyet Terkecil di Dunia


WowKeren.com - Apakah ada yang tahu ada satu spesies monyet yang berukuran sebesar jari telunjuk manusia? Bagaimana rupanya ya? Spesies seperti itu dinamakan Pygmy Marmoset.

Pygmy Marmoset adalah hewan yang berasal dari hutan hujan sebelah barat Amazon Basin di Amerika Selatan. Dengan berat sebesar 100 gram dan tinggi 15 cm, monyet ini adalah monyet terkecil di dunia. Tak heran karena saking kecilnya, monyet ini bisa memeluk jari manusia dengan nyaman.


monyet tertua

Monyet tertua ditemukan di Cina


Archicebus
Reka gambar Archicebus yang hidup di 'hutan yang hangat'.
Fosil binatang seukuran tikus di Cina, mengungkap fakta baru tentang asal usul primata.
Berusia 55 juta tahun, fosil tersebut merupakan binatang tertua yang pernah ditemukan dalam kategori primata.

Para Ilmuwan Berhasil Kuak Misteri Yeti?

Para Ilmuwan Berhasil Kuak Misteri Yeti?


Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, mengatakan, mereka kemungkinan mengungkap misteri yeti menyusul uji coba sampel yang diperkirakan berasal dari makhluk serupa.

Para ilmuwan Oxford menguji sampel makhluk berbentuk yeti di Pegunungan Himalaya. Uji coba menunjukkan kesamaan genetis dengan beruang salju dari Norwegia. Dengan temuan ini, para peneliti mengatakan, kemungkinan ada subspesies beruang coklat di Pegunungan Himalaya yang selama ini dianggap sebagai makhluk mistis.
Profesor Bryan Sykes, salah seorang peneliti, mengatakan, merekamengumpulkan contoh DNA dari bulu dua binatang yang ditemukan di Ladakh, Himalaya Barat, serta dari Bhutan.

Rabu, 23 April 2014

Arti Nama Indonesia

Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "India" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah India kepulauan, atau kepulauan yang berada di India, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan India atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost IndiĆ«), atau Hindia (IndiĆ«); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 oleh novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda). 

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkaran akademik diluar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang mengunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers-bureau di tahun 1913.